Rizal Ramli Dianggap Lawan Setara Ahok PDF Print E-mail
Wednesday, 14 September 2016 02:05

koran Suara Pembaruan , Selasa 13 September 2016

Salah satu parpol yang pada awalnya bergabung dengan Koalisi Kekeluargaan, mendadak bakal mengusung Rizal Ramli, meski parpol itu harus menggandeng parpol lain, karena hanya memiliki 2 kursi di DPRD DKI Jakarta. “Untuk melawan Ahok, perlu orang yang punya karakter paling tidak setara,bahkan kalau bisa mengungguli,” kata sumber SP yang juga elite parpol, Selasa (13/9).

Dinamika menjelang pendaftaran pasangan calon untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 21-23 September mendatang, semakin menarik dicermati. Sejumlah partai

politik (parpol) melakukan manuver-manuver terkait siapa yang akan didukung menjadi pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) dalam Pilgub pada Februari 2017.

Salah satu parpol yang pada awalnya bergabung dengan Koalisi Kekeluargaan, mendadak berubah sikap. Parpol itu kini dikabarkan bakal mengusung mantan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Parpol itu tentu harus menggandeng parpol lain, karena hanya memiliki 2 kursi di DPRD DKI Jakarta. Aturan mensyaratkan untuk dapat mengusung pasangan cagub dan cawagub, parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 22 kursi di DPRD DKI.

Alasannya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang juga bakal cagub petahana, dinilai harus mendapatkan lawan seimbang. Ketokohan Sandiaga, dianggap masih belum dapat menandingi Ahok.

“Untuk melawan Ahok, perlu orang yang punya karakter paling tidak setara, bahkan kalau bisa mengungguli, memiliki basis dukungan yang nyata, dan memiliki kinerja yang sudah dilihat publik,” kata sumber SP yang juga elite parpol, Selasa (13/9).

Sumber itu mengibaratkan Pilgub DKI Jakarta seperti pertandingan tinju. “Ahok itu petinju kelas berat, maka itu harus dicari yang kelas berat juga,” ujar sumber tersebut.

Terkait rencana dukungan terhadap Rizal Ramli, dia mengungkapkan, ada sejumlah faktor. Faktor utama, Rizal dianggap memiliki basis dukungan yang luas. Mantan menteri keuangan dan menko perekonomian era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut dikenal dekat dengan mendiang presiden keempat tersebut.

“Para Gus Durian (pengikut Gus Dur) di Jakarta tentu bisa menjadi basis pendukung yang potensial,” jelasnya.

Selain itu, basis dukungan lainnya adalah masyarakat Padang di Jakarta, mengingat Rizal adalah keturunan Padang. Sikap Rizal Ramli yang mendorong Blok Masela digarap di darat juga bisa mengundang dukungan warga Maluku di Ibukota.

“Belum lagi warga NTT, karena saat menjadi menko maritim, Rizal mendorong Labuan Bajo sebagai satu dari 10 destinasi wisata utama di Tanah Air, dan turut mendukung Tour de Flores sebagai salah satu agenda baru wisata berskala dunia. Mereka yang Anti-reklamasi dan kalangan intelektual juga bisa digarap menjadi basis massa,” ungkapnya.

Sumber itu menambahkan, selain potensi basis dukungan yang besar, Rizal juga sudah memberikan karya nyata yang bisa dilihat masyarakat. “Selama menjadi menko maritim, banyak hal yang sudah dilakukan, dan keberpihakan pada rakyat yang dia tunjuk-kan. Ini fakta riil yang bisa dilihat warga Jakarta,” ungkapnya. [A-17]

Last Updated on Wednesday, 14 September 2016 02:13
 
Main page Contacts Search Contacts Search